Sistem Reseller dan Istilah-istilah Lain yang Berdekatan

Reseller Distributor Agen Produsen | EmasCorp.com

EmasCorp.com – Apakah itu reseller? Bagi yang sering berkecimpung di dunia online pasti tidak asing dengan istilah reseller. Namun, terkadang istilah reseller sering pula membingungkan karena adanya istilah-istilah lain yang juga berdekatan artinya. Semisal distributor, supplier, agen dan dropshipper. Sebelum kita mengulas tentang cara membangun jaringan reseller, ada baiknya kita kenali dulu istilah-istilah diatas.

  1. Distributor adalah seseorang atau perusahaan yang membeli produk dari PRODUSEN dan menawarkan atau menjualnya kembali kepada toko atau retail. Distributor bisa saja mengambil produk dari beberapa produsen untuk ditawarkan ke-toko-toko itu. Biasanya DISTRIBUTOR akan menerima prosentase diskon harga yang lebih besar dari produsen karena melakukan pembelian dalam jumlah sangat banyak. Jadi Distributor bisa pula dikatakan sebagai penghubung antara produsen-produsen, AGEN dan toko-toko retail.
  2. Supplier adalah seseorang atau perusahaan yang secara kontinu menjual barang kepada konsumen. Biasanya barang tersebut bukanlah untuk dijual lagi, tapi lebih kepada pendukung kegiatan usaha. Misalnya supplier kertas memasok kertas langsung ke kantor-kantor atau ke percetakan. Atau contoh lainnya seperti supplier besi tua memasok besi ke pabrik pengolahan besi. Jadi barang yang dijual oleh supplier adalah penunjang kegiatan usaha atau berupa bahan mentah. kadang SUPLIER juga bisa mensuplai barang pada distributor.
  3. Agen adalah seseorang atau perusahaan yang MENJUAL BARANG dari DISTRIBUTOR ke retail. Terkadang agen juga bisa bersifat sebagai perantara antara distributor dan retailer. Pendapatan agen bersumber dari komisi penjualan yang ditetapkan oleh distributor atau bisa juga dengan selisih harga jual dari harga retailer.
  4. Dropshipper adalah agen yang menjual kembali produk suppliernya dengan TIDAK memiliki produk supplier tersebut. Jadi Dropshipper hanyalah agen yang menjual informasi dari suatu produk.

Dapat kita lihat perbedaan yang cukup mendasar dari hal ini, jika Reseller menjual kembali dengan memiliki produknya, Dropshipper hanya menjual informasi dari produk tersebut. Jadi kita dapat mengatakan pula bahwa dengan menjadi seorang dropshipper, kita dapat menjadi pelaku bisnis yang tidak perlu mengeluarkan modal untuk menjual produk supplier.

Reseller pada dasarnya bisa juga disebut sebagai AGEN. dari istilah katanya RE = mengulang dan Sell = menjual yang dapat diartikan menjadi “Menjual Kembali”, dan -er yang memiliki arti perlakunya. Nah dari mengartikan kata-kata itu saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa RESELLER berarti orang atau pelaku yang menjual kembali produk fisik yang bisa bersumber langsung dari produsen atau dari perantara distributor. Inilah yang membuatnya sedikit berbeda dari agen, karena hubungannya yang lebih fleksibel.

Sementara itu, kebanyakan reseller juga mesti menyisihkan modal untuk pembelian produk. Namun, biasanya harga yang diberikan kepada reseller bisa lebih murah ketimbang yang dibayarkan langsung oleh konsumen. Alasannya, karena reseller membeli dalam jumlah barang yang banyak. Oleh karena itu, reseller juga bisa berperan sebagai distributor walaupun penjualan barangnya bisa langsung kepada konsumen tanpa melalui retail. Dan reseller juga bisa berperan menjadi dropshipper tergantung kesepakan antara produsen dan reseller itu sendiri tanpa harus melewati supplier.

Dengan begitu, sistem reseller bisa dikatakan sistem fleksibel yang hanya memerlukan tiga komponen dasar yaitu produsen – reseller – konsumen. Sistem reseller cocok digunakan oleh usaha-usaha kecil menengah (UKM) dalam meningkatkan promosi serta penjualan produknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *