Tiga Bisnis Digital Yang Seksi di Tahun 2017

Tiga Bisnis Digital Yang Seksi di Tahun 2017 | EmasCorp.com

EmasCorp.com – Di tengah isu pemerintah akan lebih ketat mengatur bisnis berbasis internet di tahun depan, pelaku bisnis internet tetap optimistis memasuki tahun 2017. Andi S. Boediman, Managing Partner dari Venture Capital Ideosource, memprediksi tahun 2017 ada tiga bisnis digital yang akan booming. Ketiga bisnis digital tersebut mencakup fintech, IoT (Internet of Things), dan big data atau data analyitic.

“Jadi kalau ada yang datang ke saya, bilang punya ide untuk nextGojek atau next Tokopedia, lupakan saja,” tutur Andi yang dijumpai di sela-sela acara Tech in Asia Jakarta 2016 Conference, di Balai Kartini, Jakarta, kemarin (16/11).

Meski begitu, e-commerce akan tetap masuk dalam radar sasaran investasi Ideosource di tahun depan. Bahkan untuk e-commerceberskala cukup besar seperti Bhinneka.com, pihaknya berani menggelontorkan investasi tanpa batas. “Idealnya untuk e-commerce yang sudah sizeable kita berani investasi sampai US$30 juta,” tandas Andi. Sedangkan untuk usaha rintisan kecil, Ideosource menganggarkan investasi sekitar US$4 juta sepanjang tahun 2017.

Semakin seksinya usaha rintisan fintech di tahun depan, tentunya menjadi kabar baik bagi venture capitalseperti Mandiri Capital. Sejalan dengan bisnis inti yang digeluti induknya Bank Mandiri, Mandiri Capital akan fokus di pembiayaan usaha rintisan fintech.

Eddi Danusaputro, Chief Executive Officer Mandiri Capital, mengatakan sampai akhir tahun ini pihaknya akan membiayai 4–5 usaha rintisan fintech. Sementara dana yang sudah dikucurkan untuk pendanaan fintech sekitar Rp200 miliar hingga saat ini.

Eddi mengatakan, pasar fintech sangat potensial di Indonesia mengingat komposisi rata-rata penduduk Indonesia berusia muda. Mereka, kata Eddy, malas untuk datang ke cabang. Mereka lebih senang melakukan transaksi secara online.

Eddi menegaskan, Mandiri Capital menempuh strategi yang berbeda dari perusahaan komersial venture capitalseperti Ideosource. “Mereka invest dengan tujuan untuk exit dalam jangka lima tahun. Kita ingin fintech yang kita biayai bisa terintegrasi dengan Bank Mandiri secara jangka panjang,” jelas Eddi.

Mengenai regulasi yang bakal dikeluarkan OJK untuk mengatur fintech, Eddi menilai positif, karena bertujuan melindungi konsumen, investor, dan terciptanya fintech yang sehat. “Biar semua aman. Jika peraturan diterapkan mungkin akan banyak yang berguguran, yang tersisa finctech yang sehat punya modal kuat, sistemnya bagus, dan talent bagus,” jelas Eddi.

Di sisi lain, Andi menyambut baik peta jalan e-commerce yang digagas pemerintah, karena peta tersebut disusun dengan mendengarkan masukan dari pelaku e-commerce. Salah satu targetnya yaitu menciptakan 1.000 usaha rintisan di tahun 2018.

“Target menciptakan 1.000 startup bagus, karena itu tidak akan dilakukan venture capital, karena potensi ruginya besar. Tapi itu memang sudah menjadi tugas pemerintah, kita funding yang sudah sizeable,” katanya.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, pemerintah tidak akan mengeluarkan banyak aturan terkait usaha rintisan. “The best regulation is less regulation,” tegas Rudiantara, dalam acara DBS Asian Insight Conference, di Jakarta (17/11).

Dia juga menepis tudingan pemerintah akan melakukan sertifikasi terhadap usaha rintisan. Sertifikasi katanya diserahkan kepada asosiasi industri yang bersangkutan. “Pemerintah hanya meminta mereka melakukan registrasi, tujuannya antara lain untuk memudahkan dalam memberikan pendanaan,” jelas Rudiantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *